Wednesday, November 5, 2008

Al Manhaj As Salaf

Siapa Ahlus-Sunnah?

Dan Kami jadikan mereka (orang) yang terdahulu sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.”

[Az-Zukhruf:56.]

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan menegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah.”

[Ali Imran:110.]

Sebaik-baik generasi ialah generasiku, kemudian orang-orang yang sesudahnya (tabiin) dan kemudian orang-orang yang sesudahnya (tabiut at-tabiin).

(HR. Bukhari-Muslim)

Menurut Ibnu Taimiyah, "mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah mazhab yang telah ada sejak dulu. Ia sudah di kenal sebelum Allah menciptakan Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmaf. Ahli Sunnah ialah madzab sahabat yang telah menerimanya dari Nabi mereka. Barang siapa menentang itu, menurut pandangan Ahli Sunnah, berarti ia pembuat bid'ah. Mereka telah sepakat bahwa ijma' orang-orang sesudah sahabat."

(Minhaj as-Sunnah 2:482, Tahqiq Muhammad Rasyad Salim)

Imam Malik rahimahullah berkata: "Ahlus sunnah adalah orang-orang yang tidak memiliki laqab (gelar tertentu) yang mereka dikenal dengannya. Mereka bukanlah Jahmiyyun (pengikut pemahaman Jahmiyah), bukan Qadariyyun (pengikut pemahaman Qadariyyah) dan bukan pula Rafidiyyun (pengikut pemahaman Syi'ahRafidhah)."

(Al-Intiqa, Ibnu Abdil Barr, hal. 35)

Manhaj Salaf

"Untuk tiap-tiap ummat (di antara kamu) Kami berikan aturan dan jalan yang terang*."

( Al-Maidah : 48. )

* dalam ayat tersebut disebutkan (wa minhaj) ....وَمِنْهَاجًا ....

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

(At-Taubah : 100)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesunguhnya sebaik-baik salaf bagimu adalah aku”.

[Hadits Shahih, Riwayat Muslim (no. 1450)]

“Maka setelah Zainab Binti Rasulullah sholallahu ‘alayhi wasallam wafat, Rasulullah sholallahu ‘alayhi wasallam bersabda: Pertemukan dia dengan salaf kita yang baik Uthman bin Madz’oun"

(HR. Ahmad)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu

[Hadits Shahih, dikeluarkan Oleh Muslim dari Tsauban. Dan hadits semakna diriwayatkan Bukhari & Muslim, muttafaqun 'alaih].

Ibnu Hajar al-Qatari: “Maka apa yang dimaksudkan sebagai mazhab salaf ialah: (Mengikuti) sebagaimana (yang telah diikuti) oleh para sahabat yang mulia yang mana mereka sekalian telah diredhai oleh Allah, begitu juga para tabiin yang mengikuti mereka dengan baik serta semua mereka yang mengikutinya dengan baik sehinggalah ke Hari ad-Din (Hari Kiamat).

Al-Imam Al-Auza’i (wafat 198 H) berkata: Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun orang-orang menolakmu dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).”

[Asy-Syari'ah, Al-Ajurri hal. 63]

[ Muqoddimah Shohih Muslim jilid 1 hal. 16]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H) berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” [Majmu' Fatawa 4/155]. Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar ahlul bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” [Majmu' Fatawa 4/155]

Mahmud Muhammad Khufaji:
Bukanlah penentuan zaman sudah memadai dalam perkara ini, tetapi di samping penentuan tersebut (bahwa salaf bukan saja generasi yang berada) di zaman (para sahabat) yang telah berlalu zamannya, malah perlulah juga ada kesecocokan (kesepakatan) pandangan mereka dengan al-Kitab dan as-Sunnah, sama ada secara nash atau kerohanian. Siapa yang pandangannya bertentangan dengan al-Kitab dan as-Sunnah maka dia tidak boleh dinamakan salafi sekalipun ia hidup di tengah-tengah para sahabat, tabiin dan tabiut at-tabiin.”

Sumber:
http://alamien84.wordpress.com/2006/09/20/apa-itu-salafsalafiyah-dan-siapa-salafi/

http://www.ukhwah.com/print.php?sid=865
http://youtube.com/watch?v=TnweycDJqbw

No comments: